Ketika saya mampir ke sebuah konbini (mini market yang bisa buat nongkrong) di daerah Johar baru, Jakarta Pusat. saya melihat sekumpulan anak wanita berumur sekitar 11-13 tahun. Sepertinya mereka sedang reunian. Mereka tertawa ria, membicarakan masa-masa Sekolah Dasar dan bergosip tentang cowok yang mereka sukai semasa Sekolah Dasar. Mungkin pertama nya saya nyaman-nyaman saja tetapi lama kelamaan mereka berbicara kotor, dan membahas yang berbau sexual.
Sejujurnya saya agak kurang nyaman. Karena anak seumuran mereka belum seharusnya membicarakan yang berbau sexual. Mereka tertawa keras sehingga mereka lupa bahwa di konbini ini banyak orang dewasa dan mereka serasa memiliki dunia mereka sendiri.
Setelah itu mereka mengeluarkan sebungkus rokok dan menghisapnya dengan nikmat.
HAH ! jujur saya kaget, melihat ibu-ibu atau wanita remaja yang sedang merokok tanggapan saya biasa saja mungkin mereka lagi ada masalah atau selainnya. Tetapi ini anak cewek umur yang masih nanggung membakar rokok dan menghisapnya. jujur saya miris melihat pemandangan seperti itu. Satu persatu saya perhatikan wajah-wajah mereka, saya sangat takut bila ada siswi saya yang bergabung bersama mereka. Untungnya tidak ada siswi saya yang bergabung bersama mereka. Maklum, konbini yang saya singgahi tidak jauh dari tempat saya mengajar jadi bisa saja ada siswa saya ikut bergabung.
Saya heran ada apa dengan anak tanggung ini ? Banyak pikirankah? Ah mereka masih kecil apa yang mereka pikirkan, Untuk terlihat lebih nakalkah? Atau lain-lain? Padahal di lingkungan sekolah sudah banyak aturan-aturan dilarang merokok, bahaya tentang rokok, bahkan sampai mendatangkan pembicara dari kelurahan tentang zat-zat rokok yang sangat membahayakan.
Ternyata saya paham menurut pendapat saya mereka ingin terlihat bergaya, cool, dan hanya mencoba-coba. Ternyata faktor mereka merokok terdorong faktor lingkungan, dan meniru orangtua mereka.
Dalam hati kecil saya berkata "mudah-mudahan mereka tertangkap oleh orangtua dan guru mereka ketika mereka sedang merokok sehingga diberikan sanksi" hihii
Akhirnya arah pulang kerumah saya menepikan motor dan membakar rokok. Upsssss dalam keluarga saya selama tidak meminta uang kepada orangtua sah-sah saja untuk merokok hehehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar