Jumat, 06 Juli 2018

Saya,rokok, dan anak perempuan berumur tanggung

Ketika saya mampir ke sebuah konbini (mini market yang bisa buat nongkrong) di daerah Johar baru, Jakarta Pusat. saya melihat sekumpulan anak wanita berumur sekitar 11-13 tahun. Sepertinya mereka sedang reunian. Mereka tertawa ria, membicarakan masa-masa Sekolah Dasar dan bergosip tentang cowok yang mereka sukai semasa Sekolah Dasar. Mungkin pertama nya saya nyaman-nyaman saja tetapi lama kelamaan mereka berbicara kotor, dan membahas yang berbau sexual.
Sejujurnya saya agak kurang nyaman. Karena anak seumuran mereka belum seharusnya membicarakan yang berbau sexual. Mereka tertawa keras sehingga mereka lupa bahwa di konbini ini banyak orang dewasa dan mereka serasa memiliki dunia mereka sendiri.
Setelah itu mereka mengeluarkan sebungkus rokok dan menghisapnya dengan nikmat.

HAH ! jujur saya kaget,  melihat ibu-ibu atau wanita remaja yang sedang merokok tanggapan saya biasa saja mungkin mereka lagi ada masalah atau selainnya. Tetapi ini anak cewek umur yang masih nanggung membakar rokok dan menghisapnya. jujur saya miris melihat pemandangan seperti itu. Satu persatu saya perhatikan wajah-wajah mereka, saya sangat takut bila ada siswi saya yang bergabung bersama mereka. Untungnya tidak ada siswi saya yang bergabung bersama mereka. Maklum, konbini yang saya singgahi tidak jauh dari tempat saya mengajar jadi bisa saja ada siswa saya ikut bergabung.
Saya heran ada apa dengan anak tanggung ini ? Banyak pikirankah? Ah mereka masih kecil apa yang mereka pikirkan, Untuk terlihat lebih nakalkah? Atau lain-lain? Padahal di lingkungan sekolah sudah banyak aturan-aturan dilarang merokok, bahaya tentang rokok, bahkan sampai mendatangkan pembicara dari kelurahan tentang zat-zat rokok yang sangat membahayakan.
Ternyata saya paham menurut pendapat saya mereka ingin terlihat bergaya, cool, dan hanya mencoba-coba. Ternyata faktor mereka merokok terdorong faktor lingkungan, dan meniru orangtua mereka.
Dalam hati kecil saya berkata "mudah-mudahan mereka tertangkap oleh orangtua dan guru mereka ketika mereka sedang merokok sehingga diberikan sanksi" hihii
Akhirnya arah pulang kerumah saya menepikan motor dan membakar rokok. Upsssss dalam keluarga saya selama tidak meminta uang kepada orangtua sah-sah saja untuk merokok hehehe

Senin, 02 Juli 2018

Bermenung di Koto Gadang (Bukittinggi)

Aku termenung sambil menatap Jam gadang yang menjulang tinggi dengan jarum jam yang menunjukan pukul 14.05 .
Sambil menghisap rokok kretek dan menyeruput secangkir kopi hitam. tiba-tiba saya teringat denganmu dan mimpi-mimpi lamaku yang tidak sesuai dengan harapan.
Ketika itu dengan berani aku menyapa kamu di aplikasi media sosial dengan kata "hai" dan anda berbalas dengan kata yang sama.
Diawali dengan pembicaraan tentang perkuliahan,idol,hobby dan impian kita masing-masing.
Semakin lama kita berbalas pesan, semakin berkurang pula waktu tidurku bersama kasur kesayanganku.
Ah senangnya ! Akhirnya kita bertemu !  walaupun tidak berdua tetapi bergabung dengan teman-teman komunitas bernyanyi idol group.
Awal pertama bertemu kita hanya bermain mata. Teman-teman pun semuanya sibuk membicarakan idola,hobby mereka masing-masing.
Dalam hati aku berbicara "maafkan saya, saya terlalu pengecut untuk memulai pembicaraan dengan anda".
Waktu terus berjalan, tiba-tiba saya tercengang anda mengatakan "ayo kita foto bersama !" 
Secara tiba-tiba pipiku memerah dan saya mengiyakan ajakan tersebut. Sambil tersenyum simpul dan berkata chesee kita pun tertawa bersama. Setelah itu banyak waktu yang kita luangkan untuk bersama-sama dan juga untuk teman-teman.
Waktu terus berjalan dan saatnya untuk pulang. Hei ! Aku ingin mengantarmu pulang !!  Tetapi maaf aku terlalu pengecut untuk berbicara langsung kepadamu. Kukeluarkan handphone dan mengetik suatu pesan "bolehkan aku mengantar mu untuk pulang?" Tidak sampai 5 menit pesan pun berbalas "apakah kamu tidak keberatan?" Dan kubalas dengan ketikan "tidak, hari ini aku mempunyai waktu luang"
Ketika itu kita berjalan berdua menuju parkiran kendaraan roda empat. Jujur aku sangat bahagia Dengan jarak 60 km ± aku sangat menikmati waktu berdua denganmu.
Semakin lama aku tidak lagi canggung kepadamu dan timbul rasa cinta kepadamu. Ketika aku lelah dengan perkuliahan kamu menghiburku dengan guyonanmu yang lucu dan konyol dan membuatmu tertawa.
Tetapi 3 bulan kemudian kamu menghilang begitu saja.
Dua buah media sosial kepunyaanku kamu blokir.
Jujur aku rindu denganmu.
meskipun kita sama-sama melihat langit yang sama namun kita tidak bisa bertemu.
Impian yang lama kusimpan tiba-tiba hancur untuk menjadikanmu sebagai kekasih hatiku.
Tidak terasa awan di koto gadang menjadi mendung dan waktu menunjukan pukul 14.39
Dan aku harus belajar untuk melupakan Segala tentangmu dan memulai kisah hidup yang baru.